Postingan

Uji Kompetensi Asesor dari Kebun Sawit

Gambar
Di tengah pandemi Covid-19, Badan Akreditasi Nasional-Sekolah/Madrasah (BAN-S/M), menggelar Uji Kompetensi Asesor (UKA) secara online . UKA diikuti oleh seluruh asesor, secara serentak se-Indonesia pada hari Sabtu   tanggal 20 Juni 2020. Saya sebagai salah satu peserta UKA harus menyiapkan laptop dengan fasilitas kamera (webcam) aktif, yang terkoneksi secara stabil dengan internet. Lalu Kartu Tanda Penduduk (KTP) dan kertas kosong ditunjukkan ketika pengambilan foto. Nomor induk asesor menjadi otomatis sebagai nomor peserta. Saat pertama login saya harus meng- capture diri, sehingga ada kesamaan antara foto yang ada pada Sistem Informasi Penilaian Akreditasi (Sispena) yang teregistrasi dengan foto yang di- capture saat ujian. Peserta harus dalam posisi duduk sendiri dalam ruangan tertutup dan tidak ada gangguan atau intervensi dari orang lain. Peserta tidak diperbolehkan menggunakan kalkulator, buku, maupun catatan lain, alat komunikasi seperti telepon seluler sela

Kunci Sukses Pembelajaran di Masa New Normal

Gambar
Dalam menghadapi tahun pelajaran baru 2020-2021, hampir semua orang tua siswa dihantui rasa kecemasan. Mengapa tidak, disatu sisi pembelajaran harus segera dimulai dan  tidak mungkin bertahan  terus-menerus seperti saat ini. Disisi lain penyebaran covid-19 masih menghantui dan mengancam pada  keselamatan kehidupan masyarakat. Lantas bagaimana pola pembelajaran yang harus dilakukan agar pembelajaran di era new normal berjalan efektif? Perlu kita maklumi, di era new normal bisa dipastikan hampir sebagian besar sekolah akan tetap melaksanakan pembelajaran jarak jauh. Karena itu Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Dinas Pendidikan berserta stakeholder secara bersama-sama harus bahu-membahu menyiapkan pola pembelajaran yang tepat. Pola pembelajaran tersebut seyogyanya dilakukan oleh setiap satuan pendidikan dalam satu semester kedepan. Pola pembelajaran ini harus didesain dengan baik agar pembelajaran bisa sesuai dengan apa yang diharapkan.  Oleh karena itu, diperlu

PPDB Online di Masa Pandemi Covid-19

Gambar
Pelaksanaan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) di masa pandemi Covid-19 terasa unik. Karena dilaksanakan terkesan tanpa persiapan matang, tanpa mempertimbangkan kondisi sosial-ekonomi yang mendera masyarakat, khususnya rakyat kecil. Setidaknya ada beberapa alasan kenapa masyarakat tidak simpati dengan PPDB di tahun ini dan mereka juga kebanyakan tidak setuju dengan tahun ajaran baru dimulai Juli 2020. Diantaranya, Orang tua terkendala ekonomi karena terdampak Covid-19. Belum lagi terkendala administrasi yang cukup menguras energi. Khawatir terpapar covid karena pandemi belum usai. Ini dihawatirkan oleh orang tua karena anak-anaknya berpeluang besar terpapar covid-19. Banyak sekolah yang belum siap menerapkan protokol covid-19 karena keterbatasan sarana dan juga sumber daya Alasan selanjutnya, pembelajaran online berjalan tidak optimal. Selama pandemi, pembelajaran dilakukan di rumah dengan menggunakan cara online. Ini berjalan tidak begitu efektif, karena keterbata

Kelulusan di Masa Pandemik

Gambar
Hari ini, setelah enam tahun lamanya anak-anak bersama. Meski tiga bulan lebih kita tak bersua dalam dunia nyata. Karena pembelajaran dilakukan di dunia maya. Saya kembali bertemu dengan anak-anak, meski hanya lewat virtual. Rupanya mereka sudah sangat rindu bertemu kami semua. Alhamdulillah dalam kondisi waspada covid-19, prosesi kelulusan tetap dilaksanakan dalam kesederhanaan.  Namun tetap maknanya dapat terlihat dari pancaran bahagia kepala sekolah, orang tua, guru-guru dan anak-anak. Dalam pertemuan yang berjarak dan dibuat singkat secara resmi para kepala sekolah umumkan kelulusan mereka dari sekolah. Tak ada perayaan, karena harus patuh pada protokol kesehatan. Mewakili dinas pendidikan saya mengembalikan mereka kepada para orangtuanya. Enam tahun yang terasa singkat tentu saja bukan berarti saya dan rekan telah sempurna mendidik, membimbing dan menemani mereka. Semua yang kami lakukan semata-mata didasari cinta dan tanggung jawab sebagai pendidik. Kepada a

Keputusan Pemerintah, 94 % Peserta Didik Masih Belajar di Rumah

Gambar
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) bersama Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, Kementerian Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK), Kementerian Agama (Kemenag), Kementerian Kesehatan (Kemenkes), Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), dan Komisi X DPR RI mengumumkan rencana penyusunan Keputusan Bersama Empat Kementerian tentang Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran pada Tahun Ajaran dan Tahun Akademik Baru di Masa Pandemi Corona Virus Disease (Covid-19) secara virtual melalui webinar, Senin (15/06). Panduan yang disusun dari hasil kerjasama dan sinergi antar kementerian ini bertujuan mempersiapkan satuan pendidikan saat menjalani masa kebiasaan baru. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Anwar Makarim mengatakan, “Prinsip dikeluarkannya kebijakan pendidikan di masa Pandemi Covid-19 adalah dengan memprioritaskan kesehatan dan keselamatan peserta didik, pendidik, tenaga ke

Pespektif Kepemimpinan KS di Era Pandemi

Gambar
Baru-baru ini jagat media sosial diramaikan dengan polemik wacana pembukaan kembali sekolah. Banyak pihak merasa khawatir; Orang tua, PGRI, KPAI, dan IDAI pun bersuara. Kendati demikian, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Anwar Makarim menegaskan bahwa keputusan pembukaan kembali sekolah akan ditetapkan berdasarkan pertimbangan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19. Di masa transisi menuju fase kenormalan baru, para kepala sekolah (KS)  dituntut untuk lebih memahami masalah kesehatan anak-anak. Tetapi tidak hanya kesehatan saja, masalah proses pembelajaran juga harus tetap berlangsung. Lantas bagaimana peran kepemimpinan kepala  sekolah di era pandemik ini? Menyimak  obrolan  yang saya dapat melalui WhatApp grup dan Facebook,  beraneka ragam pendapat, kebijakan, strategi dan solusi yang telah, sedang dan akan dilakukan oleh para kepala sekolah, diantaranya: Berbicara kepemimpinan organisasi sekolah, kepala sekolah merupakan seseorang yang berada

Jaga Imun Diri di Masa Pandemi dari Perbedaan Persepsi (Refleksi Diri Terhadap Situasi Masa Kini)

Gambar
Penyebaran korona virus (covid-19) berdampak kepada pola hidup masyarakat. Masyarakat diharapkan beradaptasi dengan protokol kesehatan. Salah satu protokol kesehatan tersebut adalah untuk selalu menjaga imunitas tubuh.    Dengan menjaga imunitas tubuh diharapkan virus korona bisa dikalahkan. Adapun cara menjaga imunitas tubuh yang baik adalah dengan menjaga diri supaya tidak stress. Karena itu semua kegiatan, pekerjaan dan aktivitas harus dilakukan dengan hati yang riang dan gembira. Kegalauan, kegundahan, kebingungan dan sejenisnya harus segera dihilangkan. Jangan sampai mendekat dengan kehidupan kita. Jangan sampai beredar tulisan seperti yang ada pada grup WhattApp sebelah berikut ini: Antara SKHUS dan SKNRR Oleh : Gurlasnem Mengapa harus tiga Mengapa harus sembilan Lho ko delapan puluh lima persen Emang siapa yang nentuin Lah kan sekolah punya kurikulum masing-masing. Sekolahku dengan sekolahmu tentu beda ya! Aq sembilan kamu delapan Malah di